Home KUPI 2022 Aktivitas Sharing is Having More: Digilitalizing Women Ulama Voices

Sharing is Having More: Digilitalizing Women Ulama Voices

49
0

Jaringan Gusdurian ber-sama Kongres Ulama Perempuan Indonesia, AMAN Indonesia, ALIMAT, dan Islami.co mengadakan Pelatihan Media Digital untuk menyuarakan Pandangan-pandangan Keagamaan dan Keulamaan Perempuan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 1-2 Februari 2020 di Yogyakarta ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai lembaga maupun perwakilan para tokoh ulama perempuan Jaringan Kupi, seperti AMAN Indonesia, Alimat, Swara Rahima, Fahmina-institute, para santri, khodam maupun tim media yang selama ini membantu aktivitas dakwah para Ulama perempuan.

Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meramaikan konten media sosial dengan pandangan keagamaan para Ulama Perempuan, dalam menyongsong Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) II yang sedianya akan dilaksanakan pada tahun 2022 mendatang.

Pemanfaatan Media Sosial bagi Gerakan Sosial dan Keulamaan Perempuan

Media sosial saat ini menjadi salah satu tantangan bagi penggerak sosial di berbagai wilayah, mulai dari optimalisasi akun sebagai kampanye dan gerakan, produksi konten, hingga strategi desiminasi narasi. Sebagian besar penggerak sosial di berbagai kota sudah mengenal—bahkan memiliki akun—media sosial, namun belum memanfaatkan dengan optimal akun media sosial sebagai media kampanye hingga menjadikannya sebagai gerakan bersama dalam mengubah situasi.

Selain persoalan teknis di belakang layar, kurangnya tokoh di depan layar juga menjadi masalah bagi kalangan penggerak sosial. Dalam isu-isu Islam moderat, hanya sedikit yang memiliki pengaruh besar di media sosial. Hal ini berbanding terbalik dengan tren yang ada di tengah masyarakat di mana pencarian informasi termasuk agama banyak dilakukan melalui media sosial. Sementara tokoh-tokoh agama di media sosial banyak yang kurang memahami nilai-nilai moderasi beragama dan kebangsaan.

Tidak teroptimalisasinya akun media sosial, kurangnya produksi konten, dan berbagai tantangan lain membuat pelatihan media sosial untuk penggerak sosial ini diperlukan. Jaringan GUSDURian berupaya terus bersinergi dengan elemen masyarakat sipil seperti KUPI, dan AMAN Indonesia, Islami.co, guna memproduksi konten-konten berperspektif nilai kebangsaan, adil gender, dan moderat. Karenanya pelatihan media sosial ini menjadi titik awal dari kerja-kerja sosial berkelanjutan di masa mendatang.**

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here